Big Promo UV Viqua S5Q-PA ~ Setiap Hari

Click Me!

Keterangan:
ØSignal processing adalah rangkaian yang berfungsi untuk memberikan sumber tenaga AC konstan pada probe agar pada larutan dapat terjadi aliran arus (sehingga dapat terukur konduktansi atau resistansinya). Mengkonversi nilai konduktansi menjadi tegangan.
ØSensor yang digunakan pada rangkaian ini adalah dua probe biasa dengan jarak 1 cm yang fungsinya untuk mendapatkan nilai konduktansi suatu larutan.
ØSolution to be measured adalah larutan yang akan diukur kadar TDSnya.
ØMicro Controller digunakan untuk mengubah nilai tegangan (analog) yang dihasilkan Signa Prossecing menjadi nilai bit-bit (Digital) dan mengkonversinya menjadi satuan TDS atau PPM.
ØLCD (Liquid Crystal Display) digunakan untuk menampilkan output Micro Controller sehingga dapat terbaca oleh user. (Sumber tegangan yang digunakan pada rangkaian ini adalah +12V dan -12V).

Pengukuran zat padat terlarut dapat dilakukan secara pecobaan pada laboratorium melalui penguapan air (pada volume tertentu) di dalam oven, kemudian mengukur berat sebelum dan sesudah pengeringan air, sebagai total zat padat terlarut yang dinyatakan dengan mg/liter atau part per million (ppm). Adapun cara lain untuk pengukuran zat padat terlarut dengan TDS meter. TDS meter adalah suatu alat teknologi yang digunakan untuk mengetahui jumlah zat terlarut (baik itu zat organik maupun anorganik) yang terdapat pada sebuah larutan.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0812 2445 1004 (Kartiko Chahyo Laksono)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256

Hasil samping kegiatan industri atau industri rumahan akan menghasilkan limbah atau zat pengotor hasil produksi, lebih dikenal dengan limbah. Jenis-jenis limbah tersebut dapat berupa limbah cair, gas maupun padatan. Umumnya limbah yang berpotensi sangat berbahaya terhadap lingkungan yaitu limbah gas dan cair. Air limbah adalah air yang bercampur zat padat (dissolved dan suspended) yang berasal dari kegiatan rumah tangga, pertanian, perdagangan dan industri. Oleh karena itu, dipastikan bahwa air buangan atau air limbah industri bisa menjadi salah satu penyebab air tercemar jika tidak diolah sebelum dibuang ke badan air.

Komposisi air limbah sebagian besar terdiri dari air (99,9 %) dan sisanya terdiri dari partikel-partikel padat terlarut (dissolved solid) dan tersuspensi (suspended solid) sebesar 0,1 %. Partikel-partikel padat terdir dari zat organik (± 70 %) dan zat anorganik (± 30 %), zat-zat organik terdiri dari protein (± 65 %), karbohidrat (± 25 %) dan lemak (± 10 %). Zat-zat organik tersebut sebagian besar mudah terurai (biodegradable) yang merupakan sumber makanan dan media yang baik bagi bakteri dan mikroorganisme lain. Adapun zat-zat anorganik terdiri dari grit, salts dan metals (logam berat) yang merupakan bahan pencemar yang penting. Solids (dissolved dan suspended) sangat cocok untuk menempel dan bersembunyinya mikroorganisme baik yang bersifat saprophit mau pun pathogen.

TDS (Total Dissolved Solids) atau ”Padatan Terlarut” mengacu pada setiap mineral, garam, logam, kation atau anion yang terlarut dalam air. Ini mencakup apa pun yang ada dalam air selain molekul air murni (H2O) dan limbah padat. (Limbah padat adalah partikel / zat yang tidak larut dan tidak menetap dalam air, seperti bulir kayu dll).

Secara umum, total konsentrasi padatan terlarut adalah jumlah antara ion kation (bermuatan positif) dan anion (bermuatan negatif) dalam air.  Parts per Million (ppm) adalah rasio berat – ke berat dari setiap ion ke air. TDS Meter didasarkan pada konduktivitas listrik (EC) dari air. H2O murni memiliki hampir nol konduktivitas. Konduktivitas biasanya sekitar 100 kali total kation atau anion dinyatakan sebagai setara. TDS dihitung dengan mengkonversi EC dengan faktor 0,5 sampai 1,0 kali EC, tergantung pada tingkatnya. Biasanya, semakin tinggi tingkat EC, semakin tinggi faktor konversi untuk menentukan TDS.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0812 2445 1004 (Kartiko Chahyo Laksono)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256

Kadar garam yang tinggi akan berdampak buruk pada kehidupan manusia, tanaman pangan, dan kehidupan di air tawar, oleh karenanya perlu diatur. Batas pencemaran air limbah dibedakan dalam lemah (200 mg/L), menengah (500 mg/L), dan kuat (700 mg/L). Salah satu cara untuk mengukur kadar garam yang terlarut di dalam air adalah dengan mengukur resistansi elektrik dan Total Dissolved Solids-nya. Ada kaitan yang jelas antara mengukur resistansi (elektrik), konduktivitas (elektrik), dan TDS air. Jika dilihat dari satuannya berturut-turut adalah ohm (Ω ), mho(Ω), dan part per million (ppm). Satuan mho adalah seper-ohm atau siemen (S). Sedangkan satuan TDS dapat diperoleh dengan persamaan:

TDS (ppm) = fk x S x 1.000.000

Di mana fk adalah konstanta yang tergantung dari larutan. Untuk larutan NaCl nilainya adalah 0,5

Resistansi air yang mengandung garam tidak dapat diukur dengan menggunakan ohmmeter arus searah. Hal ini karena air dan NaCl tersusun dari molekul-molekul dwi kutub yang jika mendapat arus searah, maka pada molekul-molekul ini akan diarahkan dan ion Na+ akan tertarik ke kutub negatif, sedangkan ion Cl- ke kutub positif. Akibatnya hasil pengukuran ini tidak mencerminkan resistansi larutan karena hasilnya selalu berubah-ubah.

Teknik pengukuran yang umum dilakukan adalah dengan memberi tegangan dua arah (AC). Dengan teknik ini maka molekul-molekul air dan ion-ion Na+ dan Cl-, relatif tetap pada tempatnya jika frekuensi yang digunakan berorde beberapa kilo hertz. Frekuensi yang rendah, dapat menyebabkan molekul air dan ion-ion Na+ dan Cl- sempat mengadakan perubahan susunan sehingga resistansi yang diukur kurang sesuai dengan kenyataan.

Ada banyak alat ukur TDS yang beredar salah satunya adalah TDS-3 (tipe saku) yang dibuat oleh HM-Digital. Alat ukur ini tidak dapat dikenali cara kerjanya. Bagian yang terlihat adalah sensor konduktivitas yang berupa garpu dua mata, dan sensor temperatur. Keluarannya berupa penampil LCD 3 digit. Beberapa spesifikasinya adalah jangkauan (0 – 999 ppm) untuk resolusi 1 dan (0 – 9999 ppm) 10 ppm, serta memiliki akurasi (2%).

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0812 2445 1004 (Kartiko Chahyo Laksono)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256