Distributor Alat Alat Laboratorium Ionix Singapore

Click Me!

Jual DO Meter | KEGUNAAN TDS DALAM SISTEM PENGOLAHAN AIR


Hasil samping kegiatan industri atau industri rumahan akan menghasilkan limbah atau zat pengotor hasil produksi, lebih dikenal dengan limbah. Jenis-jenis limbah tersebut dapat berupa limbah cair, gas maupun padatan. Umumnya limbah yang berpotensi sangat berbahaya terhadap lingkungan yaitu limbah gas dan cair. Air limbah adalah air yang bercampur zat padat (dissolved dan suspended) yang berasal dari kegiatan rumah tangga, pertanian, perdagangan dan industri. Oleh karena itu, dipastikan bahwa air buangan atau air limbah industri bisa menjadi salah satu penyebab air tercemar jika tidak diolah sebelum dibuang ke badan air.

Komposisi air limbah sebagian besar terdiri dari air (99,9 %) dan sisanya terdiri dari partikel-partikel padat terlarut (dissolved solid) dan tersuspensi (suspended solid) sebesar 0,1 %. Partikel-partikel padat terdir dari zat organik (± 70 %) dan zat anorganik (± 30 %), zat-zat organik terdiri dari protein (± 65 %), karbohidrat (± 25 %) dan lemak (± 10 %). Zat-zat organik tersebut sebagian besar mudah terurai (biodegradable) yang merupakan sumber makanan dan media yang baik bagi bakteri dan mikroorganisme lain. Adapun zat-zat anorganik terdiri dari grit, salts dan metals (logam berat) yang merupakan bahan pencemar yang penting. Solids (dissolved dan suspended) sangat cocok untuk menempel dan bersembunyinya mikroorganisme baik yang bersifat saprophit mau pun pathogen.

TDS (Total Dissolved Solids) atau ”Padatan Terlarut” mengacu pada setiap mineral, garam, logam, kation atau anion yang terlarut dalam air. Ini mencakup apa pun yang ada dalam air selain molekul air murni (H2O) dan limbah padat. (Limbah padat adalah partikel / zat yang tidak larut dan tidak menetap dalam air, seperti bulir kayu dll).

Secara umum, total konsentrasi padatan terlarut adalah jumlah antara ion kation (bermuatan positif) dan anion (bermuatan negatif) dalam air.  Parts per Million (ppm) adalah rasio berat – ke berat dari setiap ion ke air. TDS Meter didasarkan pada konduktivitas listrik (EC) dari air. H2O murni memiliki hampir nol konduktivitas. Konduktivitas biasanya sekitar 100 kali total kation atau anion dinyatakan sebagai setara. TDS dihitung dengan mengkonversi EC dengan faktor 0,5 sampai 1,0 kali EC, tergantung pada tingkatnya. Biasanya, semakin tinggi tingkat EC, semakin tinggi faktor konversi untuk menentukan TDS.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0812 2445 1004 (Kartiko Chahyo Laksono)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256